Jangan hanya takut sesaat
Motivasi Hijrah Indonesia
Hanya Takut Sesaat
-------------
( ﻭَﻟَﻮْ ﺗَﺮَﻯٰ ﺇِﺫْ ﻭُﻗِﻔُﻮﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻓَﻘَﺎﻟُﻮﺍ ﻳَﺎ ﻟَﻴْﺘَﻨَﺎ ﻧُﺮَﺩُّ ﻭَﻟَﺎ ﻧُﻜَﺬِّﺏَ ﺑِﺂﻳَﺎﺕِ ﺭَﺑِّﻨَﺎ ﻭَﻧَﻜُﻮﻥَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ )
( ﺑَﻞْ ﺑَﺪَﺍ ﻟَﻬُﻢْ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳُﺨْﻔُﻮﻥَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞُ ۖ ﻭَﻟَﻮْ ﺭُﺩُّﻭﺍ ﻟَﻌَﺎﺩُﻭﺍ ﻟِﻤَﺎ ﻧُﻬُﻮﺍ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﻟَﻜَﺎﺫِﺑُﻮﻥَ)
Dan jika kamu melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman", (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka. [Al-An'am 27-28]
Saya sering bertanya-bertanya ketika membaca ayat ini, Kok bisa mereka yang telah melihat adzab di depan mata, namun seandainya Allah kembalikan mereka ke dunia, mereka pun tetap akan kembali melakukan segala perbuatan dosa.
Apakah mereka tidak takut? Kan mereka sudah melihat adzab? Mengapa bisa seperti itu?
Ternyata, ini bukanlah suatu hal yang mengherankan, hal seperti ini nyata dan sering terjadi di kehidupan dunia.
Betapa banyak manusia yang telah melihat bencana terjadi, baik mereka melihat akibat kerusakan, kematian dari bencana itu, atau mereka melihat video-video terjadinya bencana itu, mendengar kisah sedih korban bencana. Mereka sedikit pun tak berubah. Mereka hanya merasa ngeri sesaat, tergugah sementara. Sudah, hanya saat itu saja. Setelahnya?
Yang sering maksiat, terus bermaksiat.
Yang suka menunda-nunda sholat, tetap terus menunda sholat.
Yang tidak paham agama, tetap ga mau belajar agama.
Terus begitu, tidak bertaubat.
Begitulah sebagian manusia, mereka hanya merasa takut saat melihat adzab, namun ketika mereka kembali dalam kondisi aman, mereka pun akan meneruskan kebiasaan buruk mereka. Persis seperti para penduduk Neraka yang Allah ceritakan pada ayat di atas.
Semoga saja kita bukan mereka....
Hanya Takut Sesaat
-------------
( ﻭَﻟَﻮْ ﺗَﺮَﻯٰ ﺇِﺫْ ﻭُﻗِﻔُﻮﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻓَﻘَﺎﻟُﻮﺍ ﻳَﺎ ﻟَﻴْﺘَﻨَﺎ ﻧُﺮَﺩُّ ﻭَﻟَﺎ ﻧُﻜَﺬِّﺏَ ﺑِﺂﻳَﺎﺕِ ﺭَﺑِّﻨَﺎ ﻭَﻧَﻜُﻮﻥَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ )
( ﺑَﻞْ ﺑَﺪَﺍ ﻟَﻬُﻢْ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳُﺨْﻔُﻮﻥَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞُ ۖ ﻭَﻟَﻮْ ﺭُﺩُّﻭﺍ ﻟَﻌَﺎﺩُﻭﺍ ﻟِﻤَﺎ ﻧُﻬُﻮﺍ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﻟَﻜَﺎﺫِﺑُﻮﻥَ)
Dan jika kamu melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman", (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka. [Al-An'am 27-28]
Saya sering bertanya-bertanya ketika membaca ayat ini, Kok bisa mereka yang telah melihat adzab di depan mata, namun seandainya Allah kembalikan mereka ke dunia, mereka pun tetap akan kembali melakukan segala perbuatan dosa.
Apakah mereka tidak takut? Kan mereka sudah melihat adzab? Mengapa bisa seperti itu?
Ternyata, ini bukanlah suatu hal yang mengherankan, hal seperti ini nyata dan sering terjadi di kehidupan dunia.
Betapa banyak manusia yang telah melihat bencana terjadi, baik mereka melihat akibat kerusakan, kematian dari bencana itu, atau mereka melihat video-video terjadinya bencana itu, mendengar kisah sedih korban bencana. Mereka sedikit pun tak berubah. Mereka hanya merasa ngeri sesaat, tergugah sementara. Sudah, hanya saat itu saja. Setelahnya?
Yang sering maksiat, terus bermaksiat.
Yang suka menunda-nunda sholat, tetap terus menunda sholat.
Yang tidak paham agama, tetap ga mau belajar agama.
Terus begitu, tidak bertaubat.
Begitulah sebagian manusia, mereka hanya merasa takut saat melihat adzab, namun ketika mereka kembali dalam kondisi aman, mereka pun akan meneruskan kebiasaan buruk mereka. Persis seperti para penduduk Neraka yang Allah ceritakan pada ayat di atas.
Semoga saja kita bukan mereka....
Komentar
Posting Komentar