Karena waktu tidak bisa diulang

otivasi Hijrah Indonesia
Waktu tidak bisa terulang...
.
__________
.
Sebuah renungan untuk diriku..
.
Waktu berlalu begitu halus menipu kita yg terlena, belum sempat berdzikir pagi tau-tau hari sudah menjelang siang, belum sempat bersedekah pagi, matahari sudah meninggi.
.
Rencana jam 9 mau sholat Dhuha, tiba-tiba adzan Dzuhur sudah terdengar, pinginnya setiap pagi baca 1 juz Al-Qur'an, menambah hafalan satu hari satu ayat, tapi yaa itu, "pengennya itu".
. Komitmen tidak akan melewatkan malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 raka'at singkat, semua hanya rencana.
.
Akan terus beginikah nasib hidup menghabiskan umur?, berhura-hura dengan usia?
.
.
Lalu tiba-tiba masuklah usia di angka 30, sebentar kemudian 40, tak lama terasa menjadi 50, dan kemudian orang mulai memanggil kita dengan sebutan "kek... nek..." pertanda kita sudah tua.
.
.
Lalu sambil menunggu ajal tiba, sejenak mengintip catatan amal yg kita ingat pernah berbuat apa ... ??
.
.
Astaghfirullah.. ternyata tak seberapa, !! Sedekah dan infaq cuma sekedarnya, mengajarkan ilmu tak pernah ada, silaturrahmi rusak semua.
.
.
Jika sudah demikian, apakah ruh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit menahan kesakitan disaat harus berpisah dari tubuh pada waktu sakaratul maut...??
.
Tambahkan usiaku ya Allah...!!!, aku butuh waktu untuk beramal dan berbekal sebelum engkau akhir ajal.
.
Belum cukupkah menyia-yiakan waktu selama 30, 40, 50, atau 60 tahun ?,.
. Butuh berapa tahun lagikah untuk mengulang pagi, siang, sore, dan malam hari, butuh berapa minggu, bulan, dan tahun lagi agar bisa mempersiapkan diri untuk siap mati.. .
.
Tanpa kita pernah merasa kehilangan waktu dan kesempatan untuk menghasilkan pahala di setiap detiknya, maka 1000 tahunpun tidak akan pernah cukup bagi orang orang yg terlena.. astaghfirullah....
..
.
.
@murnisetya_ | Ummu fatih
— bersama Poppy Chetwynd dan 6 lain

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jagalah lisan mu

Keutamaan berpuasa senin dan kamis

Berbuat baik kepada wanita