Menikah tidak usah mewah-mewah

▶ Motivasi Hijrah Indonesia
* MENIKAH *
Tidak usahlah bermewah-mewah dengan menggelar resepsi yang megah, jika hanya untuk mendapat sanjungan dengan kata-kata indah. Karena menikah, yang terpentingnya adalah SAH, bukan WAH.
.
Ingat, tujuan menikah adalah untuk menyempurnakan agama, bukan untuk mengikuti nafsu semata.
.
Maka dari itu, lakukanlah segala sesuatu dengan sederhana, tanpa harus berlebihan dalam segala hal.
.
Jangan melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat, apalagi sampai mengundang maksiat.
.
Jangan takut pernikahanmu dinilai tidak berkelas, atau tidak meriah hanya karena digelar dengan sederhana.
.
Sebab keberkahan yang tercipta didalam sebuah pernikahan, tidak tergantung pada seberapa besar atau seberapa mewah kita menggelarnya.
.
Tetapi, seberapa besar niat membina suatu hubungan dalam jalan Allah, do'a yang mengiringi kesungguhan dalam menyempurnakan agama, dan keberanian bersaksi di hadapan Allah dalam bentuk Ijab Qabul dengan sempurna.
.
Maknailah sebuah pernikahan semata-mata hanya untuk tujuan ibadah, agar menjadi berkah hingga bermuara menuju Jannah
Urusan cinta, bahagia, atau kehidupan yang didamba, biar saja itu menjadi ketentuanNya
Tergantung seberapa besar kesungguhan dan keyakinan kita saat mengejar RidhaNya.
.
Menikah,
Sempurnakanlah agama
Cari berkahNya
Kejar RidhaNya, dan
Berjuanglah hingga ke JannahNya.
Aisyah Radiyallahu ‘anhaa juga berkata,
.
ﺗَﺰَﻭَّﺟَﻨِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ e ﻓِﻲ ﺷَﻮَّﺍﻝٍ، ﻭَﺑَﻨَﻰ ﺑِﻲ ﻓِﻲ ﺷَﻮَّﺍﻝٍ، ﻓَﺄَﻱُّ ﻧِﺴَﺎﺀِ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ e ﻛَﺎﻥَ ﺃَﺣْﻈَﻰ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻣِﻨِّﻲ؟، ﻗَﺎﻝَ : )) ﻭَﻛَﺎﻧَﺖْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔُ ﺗَﺴْﺘَﺤِﺐُّ ﺃَﻥْ ﺗُﺪْﺧِﻞَ ﻧِﺴَﺎﺀَﻫَﺎ ﻓِﻲ ﺷَﻮَّﺍﻝٍ (( ‏[ ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ]
.
“Rasulullah menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal.” (HR. Muslim)
Jika seorang yang dilamar dirasa cocok, maka bersegeralah menikah dalam rangka mengamalkan perkataan Nabi Shalallahu’alaihi wa Sallam
ﻳﺎﻣﻌﺸﺮ ﺍﻟﺸﺒﺎﺏ ﻣﻦ ﺍﺳﺘﻄﺎﻉ ﻣﻨﻜﻢ ﺍﻟﺒﺎﺀﺓ ﻓﻠﻴﺘﺰﻭﺝ؛ ﻓﺈﻧﻪ ﺃﻏﺾ ﻟﻠﺒﺼﺮ ﻭﺃﺣﺼﻦ ﻟﻠﻔﺮﺝ، ﻭﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺴﺘﻄﻊ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺑﺎﻟﺼﻮﻡ؛ ﻓﺈﻥ ﻟﻪ ﻭﺟﺎﺀ
Wahai sekalian pemuda, apabila kalian mampu (lahir dan batin) untuk menikah, maka menikahlah. Hal tersebut akan menjaga pandangan dan kemaluan. Namun, bila kalian belum mampu berpuasalah. Karena di dalam puasa tersebut terdapat pengekang
Muttafaqun ‘Alaihi
“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi).
Para ulama jelaskan bahwa yang umumnya merusak agama seseorang adalah kemaluan dan perutnya. Kemaluan yang mengantarkan pada zina, sedangkan perut bersifat serakah. Nikah berarti membentengi diri dari salah satunya, yaitu zina dengan kemaluan.
Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu; dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Beliau bersabda:
"Satu dinar yang engkau belanjakan di jalan ALLAH Subhanahu wa Ta’ala, satu dinar yang engkau keluarkan untuk membebaskan budak, satu dinar yang engkau sedekahkan kepada seorang miskin dan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu, maka yang paling besar pahalanya dari semua nafkah tersebut adalah satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu.”
[Hadits Riwayat Muslim]
Gerakan #2019 ganti status

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jagalah lisan mu

Keutamaan berpuasa senin dan kamis

Berbuat baik kepada wanita