Orang yang paling beruntung

Motivasi Hijrah Indonesia
Kalimat ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ adalah kunci surga. Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yg akhir ucapannya adalah ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ maka dia masuk surga. (HR. Abu Dawud)
.
Kalimat ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ sebab keselamatan dr api neraka. “Suatu saat Nabi ﷺ pernah mendengar seorang mu'adzin mengumandangkan ﺍﺷﻬﺪ ﺍﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ maka Beliau ﷺ bersabda: Org ini telah keluar dr api neraka. (HR. Muslim)
.
Kalimat ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ adalah kebaikan yg paling baik. Abu Dzar berkata: Aku pernah berkata: Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku ttg suatu amalan yg dpt mendekatkan diriku ke dlm surga dan menjauhkan diriku dr api neraka. Maka Beliau ﷺ bersabda: Apabila engkau berbuat kejelekan maka iringilah dgn kebaikan maka itu akan diberi pahala 10x lipatnya. Aku berkata: Wahai Rasulullah, apakah ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ itu termasuk kebaikan? Rasul ﷺ bersabda: Itu adalah kebaikan yg paling baik. (HR. Ahmad).
.
.
Dikisahkan jg ketika meninggalnya Abu Thalib dlm keadaan ttp memeluk agama Abdul Muththalib (musyrik). Hal ini sebagaimana ditunjukkan hadits yg diriwayatkan Shahih Al Bukhari dan Muslim, dr Ibnu Al Musayyab, bahwa bapaknya (Al Musayyab) berkata: ‘Tatkala Abu Thalib akan meninggal, Rasulullah ﷺ bergegas mendatanginya. Dan saat itu, ‘Abdullah bin Abu Umayyah serta Abu Jahal berada di sisinya. Beliau ﷺ berkata kepadanya:
“Wahai, pamanku. Ucapkanlah ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ; suatu kalimat yg dapat aku jadikan pembelaan untukmu di hadapan Allah,’.
.
Akan tetapi, ‘Abdullah bin Abu Umayyah dan Abu Jahal menimpali dgn ucapan : ‘Apakah engkau (Abu Thalib) membenci agama Abdul Muththalib?’.
.
Lalu Nabi ﷺ mengulangi sabdanya lagi. Namun mereka berdua pun mengulang kata-katanya itu. Maka akhir kata yg diucapkannya, bahwa dia masih ttp di atas agama Abdul Muththalib dan enggan mengucapkan ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ .
.
Kemudian Nabi ﷺ bersabda: “Sungguh, akan aku mintakan ampunan utkmu, selama aku tidak dilarang”. Lalu Allah menurunkan firmanNya:
“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang2 yg beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang2 musyrik walaupun orang2 musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka bahwa orang2 musyrik itu adalah penghuni neraka Jahannam”. (at-Taubah: 113)
 — bersama Fika Al Bimawy.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jagalah lisan mu

Keutamaan berpuasa senin dan kamis

Berbuat baik kepada wanita