Seorang mukmin yang sejati
Indonesia
ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUHU
Seorang mukmin sejati ialah mereka yang selalu taat atas segala perintah-Nya. Meski terasa berat dalam menjalankannya, orang yang beriman sejatinya telah mendapatkan hidayah Allah Subhanahu Wa Ta'ala . Hal ini karena hidayah merupakan petunjuk Allah kepada hamba-Nya untuk menempuh jalan yang lurus.
Apabila orang sudah beriman, lalu mereka masih berdoa meminta hidayah-Nya, apakah hal tersebut termasuk tahsilul hasil, meminta sesuatu yang sudah didapat?
Menjadi muslim dan mukmin merupakan anugerah yang sangat luar biasa yang tidak diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala . kepada setiap makhluk ciptaan-Nya.
Oleh karenanya, kita harus selalu bersyukur dan hati-hati dalam menjaga nikmat yang sangat luar biasa tersebut, agar jangan sampai lepas dan hilang begitu saja.
Meskipun label mukmin adalah bukti adanya hidayah Allah Subhanahu Wa Ta'ala pada diri seseorang yang beriman, akan tetapi bukan berarti orang tersebut sudah dijamin keselamatannya di dunia maupun kelak di akhirat. Oleh sebab itu, orang tersebut dianjurkan agar selalu meminta hidayah-Nya pada setiap waktu.
Kalau saja manusia yang telah mendapatkan label keimanan, lalu enggan untuk meminta hidayah-Nya, dikhawatirkan Allah akan mencabut hidayah tersebut dan tidak akan memberikannya lagi.
Banyak ayat yang menganjurkan agar seorang mukmin untuk selalu minta pertolongan-Nya agar di tetapkan keimanan dan hidayah-Nya, antara lain ialah:
ﻳﺄﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺍﻣﻨﻮﺍ ﺍﻣﻨﻮﺍ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﻭﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﺬﻱ ﻧﺰﻝ ﻋﻠﻲ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻭﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﺬﻱ ﺍﻧﺰﻝ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ
“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Alquran) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya” (QS. An-Nisa: 136).
Ayat tersebut memerintahkan kepada seorang mukmin agar beriman. Maksudnya ialah agar selalu menjaga keimanannya, jangan sampai keimanan tersebut goyah karena berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhinya.
Oleh karena itu Allah Subhanahu Wa Ta'ala . Juga mengajarkan kepada kita untuk senantiasa berdoa untuk mengukuhkan keimanan, dan agar selalu diberi hidayah-Nya, sebagaimana termaktub dalam Alquran
ﺭﺑﻨﺎ ﻻ ﺗﺰﻍ ﻗﻠﻮﺑﻨﺎ ﺑﻌﺪ ﺍﺫ ﻫﺪﻳﺘﻨﺎ ﻭﻫﺐ ﻟﻨﺎ ﻣﻦ ﻟﺪﻧﻚ ﺭﺣﻤﺔ ﺍﻧﻚ ﺍﻧﺖ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ
“(Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi” (QS. Ali Imran: 8). Wallahu a’lam bish shawab.
semoga bermanfaat, dan mari bersama sama menebar kemanfaatan Jazzakumullahu khairan
ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUHU
Seorang mukmin sejati ialah mereka yang selalu taat atas segala perintah-Nya. Meski terasa berat dalam menjalankannya, orang yang beriman sejatinya telah mendapatkan hidayah Allah Subhanahu Wa Ta'ala . Hal ini karena hidayah merupakan petunjuk Allah kepada hamba-Nya untuk menempuh jalan yang lurus.
Apabila orang sudah beriman, lalu mereka masih berdoa meminta hidayah-Nya, apakah hal tersebut termasuk tahsilul hasil, meminta sesuatu yang sudah didapat?
Menjadi muslim dan mukmin merupakan anugerah yang sangat luar biasa yang tidak diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala . kepada setiap makhluk ciptaan-Nya.
Oleh karenanya, kita harus selalu bersyukur dan hati-hati dalam menjaga nikmat yang sangat luar biasa tersebut, agar jangan sampai lepas dan hilang begitu saja.
Meskipun label mukmin adalah bukti adanya hidayah Allah Subhanahu Wa Ta'ala pada diri seseorang yang beriman, akan tetapi bukan berarti orang tersebut sudah dijamin keselamatannya di dunia maupun kelak di akhirat. Oleh sebab itu, orang tersebut dianjurkan agar selalu meminta hidayah-Nya pada setiap waktu.
Kalau saja manusia yang telah mendapatkan label keimanan, lalu enggan untuk meminta hidayah-Nya, dikhawatirkan Allah akan mencabut hidayah tersebut dan tidak akan memberikannya lagi.
Banyak ayat yang menganjurkan agar seorang mukmin untuk selalu minta pertolongan-Nya agar di tetapkan keimanan dan hidayah-Nya, antara lain ialah:
ﻳﺄﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺍﻣﻨﻮﺍ ﺍﻣﻨﻮﺍ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﻭﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﺬﻱ ﻧﺰﻝ ﻋﻠﻲ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻭﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﺬﻱ ﺍﻧﺰﻝ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ
“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Alquran) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya” (QS. An-Nisa: 136).
Ayat tersebut memerintahkan kepada seorang mukmin agar beriman. Maksudnya ialah agar selalu menjaga keimanannya, jangan sampai keimanan tersebut goyah karena berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhinya.
Oleh karena itu Allah Subhanahu Wa Ta'ala . Juga mengajarkan kepada kita untuk senantiasa berdoa untuk mengukuhkan keimanan, dan agar selalu diberi hidayah-Nya, sebagaimana termaktub dalam Alquran
ﺭﺑﻨﺎ ﻻ ﺗﺰﻍ ﻗﻠﻮﺑﻨﺎ ﺑﻌﺪ ﺍﺫ ﻫﺪﻳﺘﻨﺎ ﻭﻫﺐ ﻟﻨﺎ ﻣﻦ ﻟﺪﻧﻚ ﺭﺣﻤﺔ ﺍﻧﻚ ﺍﻧﺖ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ
“(Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi” (QS. Ali Imran: 8). Wallahu a’lam bish shawab.
semoga bermanfaat, dan mari bersama sama menebar kemanfaatan Jazzakumullahu khairan
Komentar
Posting Komentar